ANBK Jadi Instrumen Pemetaan Mutu Pendidikan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang mulai dilaksanakan di Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Bukan sekadar ujian, ANBK dirancang sebagai instrumen pemetaan mutu di sekolah.

 

Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menegaskan bahwa ANBK berbeda dari ujian sekolah.

 

“Asesmen nasional bukan untuk mengukur kemampuan siswa atau guru, tapi sebagai pemetaan mutu pendidikan. Hasilnya nanti berupa rapor sekolah dan daerah, yang akan dipakai untuk perencanaan program maupun penyusunan RKA,” jelasnya, Senin (25/8/2025).

 

Ia menambahkan, asesmen ini wajib diikuti semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan. Khusus untuk PAUD, pelaksanaannya hanya berupa Survei Lingkungan Belajar tanpa asesmen berbasis komputer.

 

“PAUD punya mekanisme berbeda, tapi tetap berkontribusi dalam pemetaan mutu,” ungkapnya.

 

Menurut Pujianto, hasil ANBK menjadi data penting yang akan digunakan pemerintah daerah untuk merancang kebijakan pendidikan. Dengan pemetaan ini, pemerintah bisa mengetahui sekolah mana yang membutuhkan perhatian lebih.

 

“Asesmen ini menyeluruh, jadi tidak ada istilah sekolah favorit atau tidak. Semua akan terlihat jelas dari rapor pendidikan, baik dari sisi kualitas pembelajaran maupun lingkungan belajar,” katanya.

 

Ia menilai, manfaat ANBK bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga bagi sekolah itu sendiri. Rapor pendidikan yang dihasilkan dapat dipakai kepala sekolah untuk menyusun rencana kerja berbasis kebutuhan nyata.

 

“Dengan begitu, sekolah lebih mudah menyesuaikan program dengan kondisi riil mereka,” ujarnya.

 

Pujianto berharap, data yang terkumpul dari asesmen nasional tidak hanya menjadi arsip, tetapi benar-benar dimanfaatkan.

 

“Harapan kami, hasil ANBK dapat digunakan secara optimal untuk peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar formalitas pelaksanaan,” terangnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan ANBK tidak hanya ditentukan oleh lancarnya pelaksanaan, tetapi sejauh mana hasilnya memberi dampak pada kebijakan.

“Yang terpenting, asesmen ini membawa manfaat nyata bagi sekolah dan peserta didik,” pungkasnya. (Adv)